- Back to Home »
- ARTIKEL »
- Dosa adalah Dosa
Posted by : GBI Sinona
Juli 15, 2011
Ada satu kisah nyata. Dua orang lelaki yang mengaku sebagai homoseksual tinggal di satu apartemen. Ketika gempa beberapa bulan lalu melanda kota Jakarta, seluruh penduduk apartemen berlarian menuruni tangga apartemen dan berkumpul di jalanan. Kemudian, keluarlah pernyataan ini dari salah satu “pasangan” tersebut, “Tadi kita sempat berdoa lho, sambil bergandeng tangan....”
Ada satu lagi kisah nyata. Seorang wanita nekat menikahi suami orang dan sampai sekarang mengaku masih terus berdoa kepada Tuhan agar permasalahan dalam hidupnya cepat berlalu. Dan banyak kisah nyata lain yang menggambarkan betapa manusia sudah tidak mengerti lagi apa arti dosa. Manusia jaman sekarang punya kecenderungan membuat apa yang dinyatakan salah oleh Allah menjadi ”setengah salah” atau bahkan ”benar”!
Jika kita hidup dalam dosa, dosa adalah dosa. Tuhan tidak pernah mengajar manusia untuk kompromi dengan dosa. Di mata Tuhan, warna hitam adalah hitam, putih adalah putih, dan bukan campuran keduanya, abu-abu. Tapi manusia dengan berjuta macam alasan telah membenarkan dirinya sendiri walaupun sudah jelas jika ia mau bercermin lewat Firman Tuhan, sesungguhnya ia sedang hidup dalam dosa. Itu sebabnya, mengapa TUHAN tidak menjawab doa-doa yang dipanjatkan oleh manusia jika ia tidak mau meninggalkan dosanya.
Apakah kita sedang memegang erat dosa? Apakah kita terus menerus kerepotan mencari-cari alasan untuk membuat diri tampak benar, padahal tahu bahwa yang kita lakukan dan hidupi adalah DOSA? Apakah kita selalu merasa jauh dari Tuhan dan menemukan jalan buntu walau mengaku sudah, tetap dan selalu berdoa? Cobalah periksa dengan hati nurani yang murni dan ujilah hidup ini dengan prinsip-prinsip Firman Tuhan, kemungkinan besar ada DOSA yang menghalangi langkah hidup kita!
Dalam 1 Yohanes 1:9 tertulis, ”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
TUHAN mau kita semua hidup kudus. IA juga rindu menyucikan kita dari segala kejahatan. Tetapi, keputusan dan pilihan ada di tangan kita sendiri. Maukah kita terbebas dari segala keruwetan hidup akibat tinggal dan menghidupi dosa? Akui, bertobat dan tinggalkan dosa itu, maka Ia yang adalah setia dan adil akan mengampuni kita!
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. – Yesaya 59:1-2
Sumber: R/hmministry

